INFO KILAT
  • 3 bulan yang lalu / SMP Negeri 2 Kledung berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal.
  • 3 tahun yang lalu / SELAMAT DATANG DI WEBSITE SMP N 2 KLEDUNG KAB. TEMANGGUNG

IHT: P5, Teknis Asesmen, & PKKS Jadi Sorotan

Terbit 26 October 2022 | Oleh : SMP Negeri 2 Kledung | Kategori : Kegiatan Sekolah
IHT
Wisnu Adi Purnomo, Kepala Bidang Pembinaan SMP (kanan) berikan pengarahan dalam IHT di SMP Negeri 2 Kledung, Senin (24/10/2022).

SMP Negeri 2 Kledung menggelar In-house Training (IHT) selama 2 hari, Senin—Selasa, 24—25 Oktober 2022, yang bertempat di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan tersebut, pembinaan mengenai kepegawaian, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), teknis asesmen, dan persiapan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) menjadi topik pembahasan. Ada empat narasumber yang hadir, yakni Wisnu Adi Purnomo, Wahyudi, Sugianto, dan Hermanto. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembinaan dan penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022/2023.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP Negeri 2 Kledung ikuti pengarahan dalam IHT, Senin (24/10/2022).

Pada hari pertama, Wisnu Adi Purnomo selaku Kepala Bidang Pembinaan SMP dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Temanggung memberikan pengarahan terkait dengan kepegawaian. Salah satu yang ia sampaikan adalah mengenai tiga prioritas program Pemerintah yang harus difokuskan yaitu 1) Program Sekolah Penggerak; 2) Program Guru Penggerak; dan 3) Implementasi Kurikulum Merdeka. Ia juga mendorong Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) untuk terus melakukan pengembangan diri demi pelayanan untuk peserta didik.

IHT
Wahyudi harapkan melalui P5, pelajar Indonesia bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Masih di hari yang sama, Wahyudi selaku Pengawas SMP menyoroti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Menurutnya, P5 ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya. Luaran dari terlaksananya P5 adalah bahwa pelajar Indonesia bisa menjadi pembelajar sepanjang hayat yang berkompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Sugianto jelaskan perbedaan teknis penilaian dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, Selasa (25/10/2022).

Hari kedua, narasumber yang hadir adalah Sugianto dan Hermanto yang juga merupakan Pengawas SMP. Sugianto yang mengisi pada sesi pertama memberikan pengarahan mengenai teknis asesmen pembelajaran dalam bingkai Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Ia menjelaskan bagaimana keduanya bisa berbeda dan kurikulum yang terbaru harus mulai diterapkan dalam transisi perubahan kurikulum ini. Sebagai informasi, kelas 8 dan 9 menggunakan Kurikulum 2013 dalam pembelajarannya, sedangkan kelas 7 sudah menggunakan kurikulum baru, yakni Kurikulum Merdeka.

IHT
“Walaupun judulnya PKKS, sebenarnya yang dinilai adalah sekolah secara keseluruhan,” terang Hermanto.

Selanjutnya, Hermanto lebih fokus untuk memberikan pemahaman dalam rangka mempersiapkan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS). “Walaupun judulnya PKKS, sebenarnya yang dinilai adalah sekolah secara keseluruhan. Jadi, bapak/ibu guru tetap ikut andil dalam hal ini,” terangnya. PKKS sendiri direncanakan pada Selasa, 6 Desember 2022. [dd]